23 Tahun Hancur, Masjid Ferhadija Di Bosnia Kembali Dibuka Untuk Umat Islam
Foto via Masjid Ferhadija di Banja Luka, Bosnia-Herzegovina

23 Tahun Hancur, Masjid Ferhadija Di Bosnia Kembali Dibuka Untuk Umat Islam

  • Minggu, 08 Mei 2016
  • M. Reza
  • News

Banja Luka, Bosnia – Lebih dari 10.000 umat islam berkumpul di Masjd Ferhadija pada Sabtu (7/5/2016) untuk menyaksikan dibukanya kembali masjid yang didirikan sejak abad ke-16. Restorasi masjid yang didirikan zaman Ottoman oleh Ferhad Pasha ini membutuhkan waktu 9 tahun.

Pendanaan restorasi masjid berasal dari Pemerintah Turki, setengah pemerintahan Bosnia atau The Republika Srpska dan beberapa organisasi penyandang dana. Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu yang membuka kembalinya Masjid Ferhadija mengatakan pesan kedamaian telah dikirmkan. Sekitar 1.000 anggota polisi ikut menjaga warisan dunia UNESCO ini setelah perang pembersihan etnis muslim pada 1992-1995 menghancurkannya.

“Bosnia-Herzegovina dengan Muslim, Kristen Katolik, Ortodoks dan Yahuda adalah satu. Jika ada yang mencoba memecahnya, itu berarti kesatuan ini terpecah,” ucap Ahmet.


1.000 polisi bersiaga untuk menjaga restorasi Ferhadija (Reuters/Dado Ruvic)

Mufti Besar Husein Kavazovic, sebagai pemimpin muslim di Bosnia, berharap tidak  hanya pembangunan kembali masjid, tapi juga perdamaian dapat diwujudkan di Bosnia-Herzegovina. Kepercayaan yang tumbuh dalam kehidupan multi etnis di Bosnia dapat membangun perdamaian di tanah Eropa.

“Kebencian telah surut, kepercayaan telah tumbuh dan rekonsiliasi akan memperkuat kita. Muslim, Ortodoks, Katolik, Yahudi dan semua warga negara lain dapat dan harus membangun bersama perdamaian di tanah Eropa,” ujarnya.

9 Tahun Restorasi

Restorasi masjid ini menghabiskan lebih dari 9 tahun untuk mengembalikannya. Batuan yang digunakan banyak mengambil dari sisa-sisa kehancuran. Reruntuhannya diambil dari sungai-sungai dimana pasukan militer Bosnian Serb membuangnya. Sisa-sisa reruntuhan yang ditemukan terdiri dari batu-batu pondasi dan tiang pancang yang terbuat dari kayu. Banyak juga info yang didapat dari warga sekitar mengenai tempat dibuangnya puing-puing Ferhadija.

“Batu-batuan ditemukan dimana-mana, kebanyakan di tempat pembuangan dan sekitar Banja Luka,” ucap Muhamed Hamidovic, pemimpin proyek restorasi Ferhadija.


Langit-langit Masjid Ferhadija kembali setelah 23 tahun hilang (EPA/Fehim Demir)

Restorasi dilakukan melalui banyak sketsa yang dibuat setelah mendapat banyak petunjuk dari seorang mahasiswa Yugoslavia. Ia menemukan bahwa Ferhadija pernah direnovasi setelah gempa bumi terjadi pada tahun 1968, dan banyak gambar dan diagram yang dibuat saat itu.

Dari sekitar 3.500 rangkaian bangunan yang direstorasi, 65%-nya merupakan material asli masjid. Ia menemukan bagian-bagian yang hilang dan tak bisa direstorasi melalui arsip-arsip era ottoman dan menemukan sumber dimana batuan asli pembentuk masjid berasal.

“Kita tidak bisa menggunakan semua material yang ditemukan karena telah rusak secara patogenik dan tidak dapat diperbaiki. Tetapi ada satu pilar yang ditemukan utuh. Itu ditemukan di sebuah danau oleh kelompok penyelam Banja Luka,” lanjutnya.

Bebatuan yang diperiksa akan menentukan apakah batu tersebut adalah reruntuhan Ferhadija atau reruntuhan lainnya. Contoh yang diambil dipindai menggunakan program komputer khusus untuk mengetahui asal batuan tersebut dalam struktur masjid. Restorasi ini merupakan proyek terbesar dan paling signifikan dalam sebuah proses rekontruksi bangunan setelah restorasi Jembatan Mostar, salah satu monumen penanda kekuasaan Ottoman di tanah Balkan, yang dibuka kembali tahun 2004.