Amaltea, Bintang Di Atas Kapal
Foto via

Amaltea, Bintang Di Atas Kapal

  • Sabtu, 17 Oktober 2015
  • Dian Aulia
  • Sosok

Saat itu sang ayah sedang berlayar di perairan Italia, di atas kapal “Amaltea” dia menunggu kelahiran bayinya dari sang istri tercinta yang berjuang sendirian di kampung halaman. Tepatnya tanggal 3 Desember 1991, Amaltea Fatimah Firdauzi lahir di kota Jogjakarta. Dalam blog pribadinya Amaltea menjelaskan arti namanya yang indah itu, “Nah, pas aku lahir, aku dikasih nama “Amaltea” soalnya kan waktu itu Papa lagi ada di atas kapal yang kebetulan namanya “Amaltea”, dan ternyata arti dari “Amaltea” dalam bahasa Italia itu adalah “Bintang”, dan juga merupakan nama salah satu satelit Planet Jupiter, lalu kata “Fatimah” itu diambil dari nama anak kesayangan Rosulalloh SAW, orangtuaku berharap aku bisa memiliki akhlak mulia sperti Fatimah, sedangkan kata "Firdauzi" itu diambil dari nama sebuah surga tertinggi di akhirat dan harapan orang tuaku pun, agar aku bisa menjadi ahli surga Firdaus bersama mereka".

Gadis yang akrab disapa Thea ini menjadi salah satu sosok Kartini modern di Kota Makasar. Thea adalah mahasiswi Teknik Perkapalan Universitas Hasanudin angkatan 2009 yang menjadi perwakilan Universitas Hasanuddin dalam Forum Indonesia Muda (FIM), dan resmi mendapatkan gelar sarjana pada tahun 2014. Berkat kegigihannya, dia mengharumkan nama Indonesia mulai dari kancah nasional hingga internasional. Sebelum mendapatkan gelas sarjananya, di tahun 2012 dia telah menerima gelar S.IMarEST dari Institut Marine Enginering Science and Technology London.

Karya tulis yang berjudul “Starfruit Electric Pemanfaatan Buah Belimbing Wuluh Menjadi Sebuah energi Listrik Terbarukan” telah membawanya menjadi juara kedua dalam lomba Karya Tulis Ilmiah PLN Sulawesi Selatan tahun 2011. Selain itu di tahun yang sama, karya lainnya yang berjudul “Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif” berhasil lolos dalam Pengajuan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang Penelitian dari DIKTI.

Dalam kancah internasional, Thea mewakili kampusnya pada event ilmiah di Hokkaido, Jepang dalam konferensi Hokkaido Indonesian Student Asosiation Scientific Meeting yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) yang bekerja sama dengan Hokkaido University pada tanggal 8 Februari 2014. Dua karya ilmiahnya yang berjudul Effectiveness of Moringa Seeds (Moringa Oleifera) in The Lower Levels of Turbidity, Iron and Manganese in Water Flocculation Process dan Starfruit as An Alternative Source of Electrical Energy dipresentasikan dalam kegiatan tersebut.

Tidak hanya Jepang negara yang pernah dia jajaki, Malaysia, Filipina dan Singapura pun telah dia kunjungi guna menyumbangkann pemikirannya untuk dunia atas nama bangsa Indonesia. Dia sudah dapat mengaplikasikan ilmu yang dia peroleh di kampus untuk dunia. Apa sih sebenarnya yang memotivasi  muslimah cantik ini? “Intinya sih aku termotivasi dari namaku, “Amaltea” itu artinya bintang dalam bahasa Italia. Orangtuaku memberikan nama itu dengan harapan aku bisa menjadi bintang dalam keluargaku. Bintang yang bersinar dalam gelap malam, dari situlah aku berusaha menjadi yang terbaik untuk keluargaku. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW: “Namailah anakmu dengan nama-nama yang baik karena sesungguhnya nama adalah sebuah doa,” ujar Thea kepada salah satu surat kabar di Makasar. Sebagai  seorang sarjana fresh graduate, Thea sudah dapat mengaplikasikan ilmu yang dia peroleh dari bangku kuliah untuk tanah air dan dunia. Lalu bagaimanakah dengan kita..??

Dian Aulia

Dian Aulia [Kontributor]

Sudah 23 tahun menjadi warna negara Indonesia, namun baru 1 (satu) tahun terakhir ini menjadi anak Jakarta. Lahir di Bandung bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia. Latar belakang pendidikan rekayasa bangunan, dan sekarang bekerja sebagai perancang bangunan. Memiliki 3 (tiga) orang kakak dan 1 (satu) orang adik. Alhamdulillah, Ayah dan Ibu masih tinggal bersama di Kota Karawang