Ask a Muslim, Promosi Bertanya kepada Mahasiswa Islam di Amerika
Foto via www.collage.usatoday.com

Ask a Muslim, Promosi Bertanya kepada Mahasiswa Islam di Amerika

  • Jum'at, 15 April 2016
  • M. Reza
  • Cakrawala

Oakland University menawarkan kisah sejuk tentang belajar Islam di kala sore. Sambil menikmati hidangan ringan gratis, Asosiasi Pelajar Muslim memberikan kesempatan kepada kawan mereka untuk bertanya tentang apa yang Islam ajarkan kepada umatnya.

“Cokelat Gratis!”, Bergemalah lobi Balai Kampus Oakland University.

“Kami memulai dengan memberikan donat, tetapi karena banyak yang datang, kami kehabisan”, ujar Presiden Asosiasi Pelajar Muslim, Sumayya Master, “Terkadang, orang-orang seperti malu, tapi kami kira kalau ada makanan, maka mereka akan datang dan ternyata iya, mereka datang”.

Event sore hari itu ternyata adalah cara mereka untuk memberikan kesempatan bertanya kepada para mahasiswa. Mereka ikut memasarkan Ask a Muslimyang ada di Rocherster, Mich., University. Mereka memberikan ruang untuk teman-teman mahasiswa mengetahui Islam dengan sesama teman mahasiswa.

“Dengan segala yang terjadi di dunia dan bagaimana para muslim digambarkan di media, kami khususnya, merasa bahwa ini adalah tugas kami sebagai warga muslim Amerika untuk membantu orang-orang memahami siapa kami sebenarnya dan sejati seperti apa agama yang kami anut”, ujar Sumayya.

“Kami di sini untuk menyebarkan rasa damai dan persatuan dalam kampus dan membantu untuk menjelaskan kesalahpahaman yang mereka tau tentang Islam, agama kami”, Lanjut Sumayya.

Lebih dari 120 siswa singgah di stan bertandakan Ask a Muslim buatan tangan, mereka menikmati makanan gratis atau juga belajar lebih banyak tentang Islam. Pertanyaan sore hari ini adalah apakah jihad dan haram itu?

“Jihad berarti perjuangan”, ucap Sumayya. “Ini adalah perjuangan dalam diri anda bahwa yang anda hadapi, kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan sesuatu di akhirat. Ini bukan tentang perang, pembunuhan, tapi itulah apa yang telah digambarkan kepadanya”.

“Banyak pertanyaan yang saya dapatkan setiap harinya sekitar halal dan haram”, kata Syed Didar, salah satu mahasiswa yang hadir.

Halal adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan cara penyiapan daging melalui syariat Islam, sedangkan haram lebih luas lagi adalah apa-apa yang dilarang oleh agama.

“Ketika anda menjelaskan kepada orang-orang mengapa kita tidak makan makanan haram dan sampai segitunya menyembelih hewan secara benar sesuai aturan, misalnya, mereka menanyakan anda kenapa ada muslim di dunia ini membunuh manusia lain, lalu anda harus menjelaskan apa yang mereka lakukan adalah salah dan bagaimana muslim seharusnya menjalani hidup mereka dari hari ke hari dan memenuhi perjuangan dalam diri mereka sendiri”, ucap Didar.

“Ini percakapan yang panjang juga, tapi itu benar-benar bermanfaat ketika anda dapat mengubah persepsi orang tentang orang Islam. Anda dapat menunjukkan orang-orang apakah Islam itu sebenarnya, lalu mereka mulai untuk menyadari bahwa muslim tidaklah seburuk apa yang media terkadang gambarkan”, lanjutnya.

Maret 2015, sebuah jajak pendapat dari YouGov, dilaporkan bahwa 55% orang Amerika memiliki opini yang tidak menyenangkan tentang Islam. Diantaranya sebanyak 40%-nya berusia 18-29 tahun.

Kandidat presiden dari partai Republik Ted Cruz dan Donald Trump telah memanfaatkan ketidaknyamanan ini dengan Trump menyarankan semua muslim untuk sementara dilarang memasuki Amerika Serikat. Sementara di akhir Maret, Cruz mengusulkan kepada kepolisian untuk “Patroli dan Mengamankan” lingkungan muslim Amerika sebagai respon terhadap bom di Brussel.

“Kenyataan bahwa (Islamophobia, ketakutan atas agama kami, telah memberikan suatu kata, yaitu kengerian”, menurut Sumayya.

Penerimaan adalah tentang apa yang bisa dilihat, kata Sumayya “ Syukurlah di (Michigan Tenggara) kami memiliki banyak muslim, jadi masyarakat cukup mengerti kami dan telah memahami siapa kami sebagai warga masyarakat, tetapi tidak semua kenyataan ini ada di mana-mana”.

“Kami semua di sini untuk belajar, jadi silahkan ajukan pertanyaanmu,” ucap Sumayya. “Saran saya untuk muslim lain adalah untuk lebih terbuka terhadap pertanyaan dan saran saya untuk non-muslim adalah untuk tanyakan saja. Ini adalah untuk memperoleh percakapan dimana kita dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik di dunia ini”. (USA Today College-Generasi Sholeh)