Bingung dengan Pilihan Kamu? Salat Istikhoroh Aja!
Foto via www.genfringe.com

Bingung dengan Pilihan Kamu? Salat Istikhoroh Aja!

  • Selasa, 07 Juni 2016
  • Fachrizal Wicaksono
  • Pencerahan

Pernahkah kamu merasa kebingungan? Memilih antara ingin kuliah atau langsung bekerja, atau kamu bingung, mau kerja di perusahaan A atau di perusahaan B. Kalau pernah, janganlah kamu terlarut dalam kebingungan itu. Karena ternyata Allah telah menyediakan solusi bagi umatnya yang bingung dalam menentukan pilihan. Kamu bisa mengadu dan minta dipilihkan oleh Allah melalui salat istikhoroh.

Salat istikhoroh merupakan salat sunnah yang dikerjakan pada saat hendak menentukan pilihan terhadap 2 pilihan atau lebih untuk mendapatkan kemantapan hati dalam menentukan pilihan yang terbaik. Salat istikhoroh bisa memberikan kebaikan pilihan dalam hidup. Jika kamu terjebak dalam keraguan hati pada saat akan memilih sesuatu, sebaiknya sebelum memastikan salah satunya terlebih dahulu segeralah beristikhoroh untuk memohon kepada Allah agar jatuh pada pilihan yang tepat, baik soal jodoh pekerjaan atau hal lain yang sifatnya tidak bertentangan dengan syariat

Pengertian Istikhoroh, berasal dari kata bahasa arab yang berarti ‘Memilih’ atau meminta pilihan terhadap sesuatu. Tujuannya agar dapat memilih yang terbaik dari hal-hal yang kita masih ragu untuk memilihnya dengan cara berdoa dan melakukan salat sunah.

Cara beristikhoroh adalah kamu cukup salat dua rakaat seperti salat sunah lainnya. Kemudian setelah salat, kamu bisa membaca Istighfar, memuji kepada Allah, mebaca sholawat kemudian berdoa dengan penuh kesungguhan untuk memohon pilihan atas 2 pilihan yang masih ragu itu. Berikut ini adalah doa yang kamu bisa baca untuk menentukan pilihanmu:

Allahumma inniy astakhiiruka bi 'ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal 'azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta'lamu wa laa A'lamu wa anta 'allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amru khairun liy fiy diiniy wa ma'aasyiy wa 'aafiyati amriy ( 'Aajili amriy wa aajilihi) faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal amru syarrun liy fiy diiniy wa ma'aasyiy wa 'aafiyati amriy (fiy 'aajili amriy wa aajilihi) fashrifhu 'anniy washrifniy 'anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsummar dhini.

Makna doa tersebut adalah:

Ya Allah, aku memohon pilihan kepadaMu dengan ilmuMu dan memohon kemampuan dengan kekuasaanMu serta memohon kepadaMu dengan karuniaMu yang Agung, karena Engkau Maha berkuasa sedang aku tidak berkuasa. Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui karena Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini atau Beliau bersabda; di waktu dekat atau di masa nanti maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah padanya. Namun sebaliknya, ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini atau Beliau bersabda; di waktu dekat atau di maa nanti maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya dan tetapkanlah buatku urusn yang baik saja dimanapun adanya kemudian paskanlah hatiku dengan ketetapan-Mu itu.

Setelah salat 2 rokaat lalu baca doa ini, beberapa ulama berpendapat perkara yang kamu minta petunjuk dari Allah agar disebutkan setelah kalimat هَذَا الْأَمْرَ (haadzal amru).

“Hikmah didahulukannya doa diatas di dalam salat istikhoroh adalah untuk mewujudkan dua tujuan, yaitu mengumpulkan antara kebaikan dunia dan akhirat, hal itu dibutuhkan agar seseorang mengetuk pintu Zat Yang Menjadi Raja, dan tidak ada sesuatu apapun yang lebih manjur dan lebih mendatangkan keberhasilan daripada salat, sebab di dalam salat tersebut ada unsur mengagungkan Allah SWT, memuji Allah SWT dan butuh kepada -Nya baik pada waktu sekarang atau yang akan dating.” (HR. Bukhori: 6382)

 

Waktu Salat Istikahoroh

Pada dasarnya salat istikhoroh dapat dilaksanakan kapan saja namun dianjurkan pada waktu sepertiga malam terakhir. Nabi Muhammad mengajarkan dan mencontohkan jika umatnya memiliki keinginan atau memilih keputusan yang terbaik, maka disunahkan untuk melakukan salat di waktu ini

Waktu melaksanakan Istikhoroh bisa dilakukan kapan pun siang hari atau malam asal tidak pada waktu yang dilarang melakukan salat. Misalnya setelah subuh saat matahari terbit, sebelum dhuhur saat matahari di atas kepala dan juga ketika matahari terbenam.

Sepertiga malam terakhir sebagai waktu yang paling utama kira-kira saat dini hari (Jam 02 malam- sebelum subuh) disaat semua orang sedang tidur lelap. Saat itulah waktu utama untuk mengajukan permohonan kepada Allah agar diberi petunjuk menentukan pilihan yang tepat sehingga bisa membawa kemaslahatan dalam hidup, baik dunia maupun akhirat.

 

Manfaat Istikhoroh

Memohon pilihan terbaik kepada-Nya merupakan cara yang telah diajarkan Rasulullah bagi umatnya, sehingga dapat menentukan pilihan yang tepat. Akhirnya istikhoroh akan membawa keberkahan dalam kehidupan.

Ingatlah:
Wasta’inu bis shobri was sholah” (Minta tolonglah kepada Allah dengan sabar dan salat)

Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:

Pertama, istikhoroh bisa menjadi bukti bergantungnya seorang hamba kepada Allah Azza Wa Jalla. Kepasrahan diri atas segala urusannya kepada Allah SWT sesuai dengan firmannya:

Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman harus bertawakal." (QS. Attaubah: 51) 


Dan  bertawakallah  kepada (Allah) Yang Maha  Perkasa  lagi Maha  Penyayang, Yang melihat  kamu ketika kamu  berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perubahan  gerak  badanmu di antara  orang-orang yang  sujud. (QS. Assyu’ara’: 217-219)

 
Kedua, istikhoroh menambah pahala seseorang dan taqarrubnya kepada Allah SWT, sebab istikhoroh mengandung salat dan doa. “Minta tolonglah kepada Allah dengan sabar dan salat.”

Ketiga, istikhoroh sebagai jalan keluar dari segala kebingungan dan keraguan. Dia, Yang Maha Membolak-balikkan Hati, adalah sumber pemberi ketenteraman dan ketenangan pikiran. Istikhoroh memberikan makna kamu menyerahkan urusanmu untuk dipasrahkan dan diselesaikan dengan bantuan Allah SWT yang menguasai segala urusan.

Allah SWT berfirman:

Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.( QS. Ali Imron: 154)


Sudah menjadi kebiasaan bagi kebanyakan orang bahwa setelah istikhoroh biasanya akan mendapat petunjuk melalui mimpi, hal itu tidak salah namun tidak selamanya benar. Mimpi itu bisa jadi sebagai pentunjuk yang datang dari Allah SWT, namun tidak menutup kemungkinan mimpi juga bisa datang dari setan yang sengaja menggoda.

Karenanya, alangkah baiknya kamu pasrahkan saja semuanya kepada Allah setelah salat istikhoroh, karena hanya Dia yang Maha Mengetahui yang baik bagi umatnya. Setelah beristikhoroh kamu akan mendapat petunjuk dalam bentuk keteguhan dan kelapangan hati sertu kemudahan dalam perjalanan menentukan pilihan hingga pilihan itu terjawab.

Fachrizal Wicaksono

Fachrizal Wicaksono [Kontributor]

Seorang mahasiswa Universitas MH. Thamrim Fakultas Ekonomi semester 2. Pernah menjadi Ketua Broadcasting di SMA, menulis jalan cerita film. Saya seorang muslim. Pandangan saya tentang Agama Islam adalah agama kemanusiaan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh umat islam saja, namun oleh seluruh umat manusia. Kedatangan islam telah membawa nikmat dan rahmat ke seluruh muka bumi dan tidak membedakan segala bangsa dan ras. Islam termasuk agama yang selalu membawa umatnya menuju perdamaian