Cerdas Membagi Waktu Seorang Adrian Bramantyo
Foto via

Cerdas Membagi Waktu Seorang Adrian Bramantyo

  • Kamis, 08 Oktober 2015
  • Noni Mudjiani
  • Sosok

Umumnya, seorang musisi akan berkonsentrasi dengan kegiatannya bermusik untuk menghasilkan karya musik agar terus konsisten. Namun agaknya lain hal dengan Adrian Bramantyo Musyanif.

Chief Executive Officer of Samali Hotels and Resorts ini menggeluti dua bidang yang sama sekali berbeda. Kecintaannya bermusik tidak menghalanginya memimpin jaringan hotel dan bisnis properti milik keluarganya turun-temurun.

Pria yang akrab dipanggil Bram ini awalnya berminat mengulik gitar dan drum, namun ia pernah tak lolos audisi. Lalu, ketika kampusnya mengadakan acara “Jazz Goes To Campus,” penampilan Dody Isnaini bassist Kahitna saat itu, membuat ia mulai tertarik bermain bass. Ia pun akhirnya menggeluti alat musik betot itu hingga kini. Ia pernah dikenal sebagai bassist player band ternama Yovie and The Nuno. Selain itu, ia juga sering mengiri marcell di kala manggung.

Rupanya tak hanya sukses di bidang musik, ia juga terbilang sukses mengelola bisnis hotel, apartemen, perkantoran, dan real estate milik keluarganya. Sejak masih kuliah, ia mulai belajar bagaimana menggeluti seluk beluk bisnis properti. Pada tahun 2008-2009, ia fokus mengerjakan bisnisnya hingga kini menjadi CEO Samali Hotel and Resort.

Alumnus Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen SDM Universitas Indonesia ini sedikit mengatakan, untuk menjadi sukses, harus berani berkorban dan berani mengambil resiko, mengambil peluang, serta tidak takut gagal. Bisnis properti menurutnya masih akan diminati di tahun-tahun mendatang. Ia memberikan tips, modal yang digunakan untuk berusaha tidak melulu harus menggunakan modal besar. Memulai bisnis harus berani namun memiliki dasar yang matang. Membangun jaringan sangat berperan dalam kelancaran usaha. Jika modal besar, namun tidak memiliki jaringan, belum tentu usaha akan lancar.

Bram menambahkan, para pengusaha muda jangan malu untuk bertanya kepada yang lebih senior. Dan tak lupa untuk banyak mencari dan membaca referensi bisnis yang diperlukan. Tidak heran, ia amat terinspirasi dari sang ayah, Ir. H. Musyanif yang lebih dahulu malang-melintang di dunia bisnis properti.

Yang menarik, saat Bill dan Melinda Gates datang ke Indonesia untuk mendukung kampanye sosial serta memberikan sumbangan pada Yayasan Indonesian Health Fund, Bram ikut serta dalam acara tersebut selain tujuh pengusaha lainnya. Jumlah yang ia sumbangkan cukup fantastis mengingat ia adalah pengusaha termuda saat itu, sekitar kurang lebih Rp 50 miliar.

Ia tertarik ikut menyumbang setelah melihat visi dan misi untuk pengembangan kesehatan Indonesia yang difokuskan polio, HIV, TBC dan lainnya. Ia juga berpendapat, tak akan rugi ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk kegiatan kemanusiaan. Terutama donasi itu akan dipakai nantinya untuk kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia. 80 persen untuk kesehatan di Indonesia, 20 persen untuk Global Fund untuk membantu Nigeria, Afghanistan dan Pakistan.

Selain itu, kegiatan sosial yang ia ikuti yaitu dunia pendidikan. Perusahaannya menyediakan beasiswa bagi anak yang kurang mampu namun minat belajar mereka besar.

Meski berbagai kegiatan ia ikuti, di waktu senggangnya, ia senang berjalan-jalan dengan motor kesayangannya. Ia mengatakan, waktu baginya sangat berharga. Sebab, ia banyak mengorbankan waktu untuk kesibukannya. Terutama menjaga kesehatan, juga hal yang krusial, sekali jatuh sakit, ia akan kehilangan banyak kesempatan.