Gagal Terus? Inilah 6 Cara Sebelum Kamu Curhat Di Media Sosial
Foto via www.freepresshouston.com

Gagal Terus? Inilah 6 Cara Sebelum Kamu Curhat Di Media Sosial

  • Minggu, 17 April 2016
  • Intantya Putri
  • Pencerahan

Tidak ada seorangpun yang menginginkan kegagalan dalam setiap urusan hidupnya. Namun, kegagalan pasti pernah datang dalam hidup kita sebagai qodar yang telah Allah tetapkan. Lantas, apa sih yang harus kita lakukan jika mengalami kegagalan, entah itu dalam berbisnis, urusan perkuliahan atau sekolah, pekerjaan, dan lainnya? Yuk, simak tips dari Genshol berikut ini.

1. Perbanyak Istighfar

َالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ، جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ * سنن أبي داود

 Artinya : Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang merutinkan Istighfar maka Allah akan menjadikan setiap kesempitan menjadi jalan keluar, setiap kesusahan menjadi kemudahan dan Allah akan memberi rezeki dari mana dia tidak menyangkanya.” (HR. Abi Daud)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengajak kita untuk banyak mengucap istigfar agar senantiasa diberikan penyelesaian masalah-masalah dengan penuh kelapangan hati dan juga kebarokahan yang banyak dari Allah SWT.

Selain masalah kita yang akhirnya selesai, Allah menambahnya dengan rezeki yang dating. Rezeki itu tidak harus berupa uang atau materi, lho. Kesehatan, kelancaran dalam segala urusan, kesempatan untuk bangkit kembali setelah gagal, bahkan kemampuan untuk memahami dan mengarahkan dirimu sendiri ketiga gagal, juga merupakan rezeki dari Allah yang patut kita syukuri. Inilah kekayaan yang hakiki sebagai hamba Allah. Yuk, perbanyak istigfar agar rezeki kita selalu ditambah oleh Allah.

2. Percaya Pada Qodar-Nya Allah dan Khusnudhon Billah

Kegagalan seringkali dianggap sebagai akhir dari segalanya dan hanya kamu yang paling menderita. Padahal sejatinya, itu tidaklah benar, coba saja googling, insya Allah kamu akan menemukan seseorang di sana yang memliki masalah yang sama atau bahkan lebih berat dan ternyata mereka telah keluar dari masalah itu dan membagikan solusinya. Kita harus tetap bangkit. Kita harus meyakini bahwa semua proses yang sampai pada tahap gagal ini adalah qodar dari Allah, dan Allah tidak akan pernah menjadikan suatu hal dengan tanpa alasan.

Tetaplah khusnudhon Billah. Percayalah bahwa Allah akan menyiapkan rencana yang jauh lebih baik nantinya. Ambillah hal-hal positif yang bisa kamu dapatkan dari kegagalanmu saat ini, renungi secara mendalam dan insya Allah kamu akan menemukan hikmahnya. Pada akhirnya kamu yang sekarang akan berbeda dari kamu yang dulu.

Bukankah dalam hadis telah dijelaskan bahwa Allah akan mengikuti persangkaan hambanya? Yuk, yakini diri kita sendiri yakin bahwa Allah sayang kepada kita, dan akan memberikan yang terbaik untuk kita.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " قَالَ اللَّهُ: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي * صحيح البخاري

Artinya : Dari Abi Hurairah, Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Allah Berfirman : Aku bersama persangkaan hambaku kepadaKu.” (HR. Bukhori)

3. Bangkit dan Terus Berusaha

Kegagalan pasti akan membuat galau bagi siapapun yang mengalaminya. Kegagalan bikin kita down. Secara psikologis, hal itu memang sangat wajar. Namun, kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan. Karena Allah sangat menyukai hamba-Nya yang mau berusaha dan pantang menyerah.

Adakalanya kamu perlu merenungi semua hal-hal yang menyebabkan mengapa kegagalan itu terjadi. Jadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi diri, untuk kamu susun dan kamu rapihkan kembali target-target kamu berikutnya. Percayalah bahwa ada hal yang jauh lebih baik dan barokah di depan mata. Semua ilham datangnya dari Allah SWT, yakinkan diri kamu bahwa kamu bias. Tetap semangat, ikhtiar dan berdoa, ya sobat Genshol!

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجَزْ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ، فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ* صحيح مسلم

Artinya : Dari Abi Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Orang Iman yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang iman yang lemah dan masing-masing itu baik. Semangatlah pada apa-apa yang memberi manfaat kepadamu, dan minta tolonglah kepada Allah dan jangan merasa lemah.” (HR. Shohih Muslim)

4. Tingkatkan Sedekah

Meskipun gagal ataupun rugi, janganlah menyisihkan hanya sedikit untuk sedekah. Dengan kegagalan yang kamu hadapi saat ini, justru akan jauh lebih baik jika kamu tetap konsisten dan memperbanyak sedekah dimanapun kamu berada.

Selain dapat meningkatkan timbangan amal, sedekah juga mampu menjadi pelindung hidupmu agar dihindarkan dari celaka dan marabahaya. Allah juga menjanjikan akan terus menambah dan melipatgandakan nikmat bagi hamba-Nya yang suka bersedekah. Inilah yang dinamakan kebarokahan.

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الصَّدَقَةُ تَسُدُّ سَبْعِينَ بَابًا مِنَ السُّوءِ* المعجم الكبير للطبراني

Artinya : Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah menutup pada 70 pintu kejelekan.” (Mu’jam AlKabir lil Thabrani)

5. Perkuat Silaturrahim

Mencari jalan keluar, tentunya kita tak boleh hanya diam dan berpangku tangan. Silaturrahim bisa menjadi cara bagi Allah untuk menyelesaikan masalah kita melalui perantara orang lain. Dengan silaturohim, kamu akan bertemu dengan kerabat-kerabatmu yang justru akan memberikan efek positif bagi dirimu. Ketika bersilaturahim dengan kerabat, biasanya kita akan terlarut dalam rasa senang dan suka cita bersama-sama. Alhasil, sedikit demi sedikit kita akan lupa dengan rasa terpuruk kita saat mengalami kegagalan. Rasa senang juga memberikan dampak positif bagi diri kita, antara lain akan menjadi lebih optimis dan semangat dalam merangkai mimpi-mimpi kita selanjutnya.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ * صحيح البخاري 

Artinya : Dari Anas bin Malik RA, aku mendengarkan Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang senang apabila rezekinya dibentangkan dan umurnya dipanjangkan maka hendaklah dia menyambung familinya (bersilaturrahim).” (HR. Shohih Bukhori)

6. Jangan Lupa Berdoa

Nah, yang satu ini tidak boleh lupa. Berdoa. Ingatlah bahwa segala sesuatunya adalah dari Allah. Jadi, jangan lupa memohon pada Yang Maha Pemberi, ya!

 Rajin-rajinlah memanjatkan syukur, memohon ampunan dan memuji Allah sebelum menyebutkan permohonan apa yang kita minta. Lebih baik lagi, kita meminta kepada Allah di waktu-waktu yang mustajab, seperti sepertiga malam yang akhir, antara azan dan qomat, ketika dalam perjalanan, dan masih banyak lagi. Setelah berdoa, jangan lupa tawakal sebagai penyempurnanya. Pasrahkan semuanya pada Allah, dan yakin pada hasil yang terbaik karena kamu telah berusaha semaksimal mungkin dengan cara yang Allah ridhoi. Semakin kita meminta kepada Allah, maka semakin banyak yang Allah berikan.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ * غافر : 60

Artinya : “Dan Tuhan kalian berfirman, Berdoalah kepadaku maka akan Aku kabulkan.” (QS. Ghofir ayat 60)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ  *البقرة : 186 

Artinya : “Dan ketika hambaKu bertanya kepadamu Muhamad tentang Aku, maka jawablah sesungguhnya Aku dekat, Aku mengabulkan pada doanya orang berdoa ketika dia berdoa.” (QS. Al-Baqarah ayat 186)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي إِذَا رَفَعَ إِلَيْهِ الْعَبْدُ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا حَتَّى يَضَعَ فِيهِمَا خيْرًا* بحر الفوائد للكلاباذي 

Artinya : Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Dermawan merasa malu ketika ada seorang hamba mengangkat kedua tangan lalu kembali dalam keadaan kosong sehingga Allah meletakkan kebaikan pada kedua tangannya.” (Bahrul Fawaid lil Kilabadzi