Keren! Nantinya Mahasiswa Muslim di Inggris akan Bebas Bunga Pinjaman untuk Kuliah
Foto via Pinjaman kuliah ini diharapkan akan meningkatkan jumlah mahasiswa muslim di inggris

Keren! Nantinya Mahasiswa Muslim di Inggris akan Bebas Bunga Pinjaman untuk Kuliah

  • Rabu, 18 Mei 2016
  • M. Reza
  • Cakrawala

Pinjaman mahasiswa muslim yang kuliah di Inggris akan mengikuti syariat Islam. Ini diharapkan dapat meningkatkan umat Islam untuk berkuliah.

Senin depan, pemerintah Inggris dipastikan akan mengenalkan sistem keuangan halal ini ke publik. Sehingga mahasiswa Islam yang ingin berkuliah tidak akan bisa dikenakan bunga pinjaman. Kebijakan ini melarang mahasiswa Islam untuk mengambil pinjaman yang dikenakan bunga.

Para pendukung draf aturan ini mengatakan, kebijakan ini akan menaikkan jumlah remaja untuk masuk ke kampus dan menikmati pendidikan tinggi. Dalam draf yang diterbitkan kemarin, pemerintah berjanji akan menjaga perjalanannya sehingga dapa menjadi aturan. Pemerintah menyebut aturan sesuai syariat islam ini dengan sebutan sistem Takaful. Kementerian terkait berencana memasukkan draf ini ke dalam proses legislasi sesegera mungkin.

Dalam draf yang dilansir oleh Daily Mail: “Kami akan mengenalkan sebuah sistem keuangan alternatif untuk membantu meningkatkan partisipasi pelajar muslim, berdasarkan alasan agama, yang mungkin merasa tak dapat mengambil pinjaman berbunga untuk berkuliah.”

“Kami telah mendengar bahwa banyak siswa yang tak dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi karena alasan ini, ada juga yang menggunakan pinjaman untuk kulia namun terkendala situasi ini, dan lainnya yang membataskan pilihannya untuk sks yang diambil atau tempat kuliah karena minimnya biaya. Untuk memastikan partisipasi dan pilihan berkuliah terbuka untuk semua, kami berencana untuk mengajukan draf ini untuk menjadi undang-undang ini sebagai model alternatif dari pinjaman kuliah.”

Paket kebijakan ini sangatlah dibutuhkan karena bunga pinjaman kuliah semakin memberatkan sejak 2012. Mereka mengatakan mahasiswa yang menggunakan sistem ini tidak akan berbeda dari sistem konvensional karena jumlah yang dibayarkan tetaplah sama.

Ide takaful ini menggunakan prinsip dana umat, dimana mahasiswa dapat menarik dananya, kemudian dapat membayar sejumlah dana sebagai kontribusi atau sedekah yang dapat digunakan mahasiswa lain di masa depan. Walaupun tak ada bunga yang dibebankan, pemerintah akan menghitung pembayarannya akan sama jumlahnya dengan sistem pinjaman konvensional. Takaful akan tersedia untuk semuanya, tak hanya mahasiswa muslim.

Rincian kebijakan ini masih dirumuskan. Termasuk sedekah atau kontribusi mahasiswa akan dikuatkan secara perundang-undangan. Sehingga akan ada kepastian legal untuk lembaga peminjaman dan aman secara fiskal, sama seperti pinjaman konvensional.

Mahasiswa yang akan mengajukan pinjaman, prosesnya akan sama pengajuan pinjaman kuliah. Mereka akan mengisi perjanjian kontrak dan berkomitmen untuk membayarnya. Ketika pelunasannya telah selesai dan sisa dari jumlah kontraknya akan menjadi kontribusi untuk mahasiswa di masa depan.

Draf kebijakan ini menyebutkan: “Ini akan membuka peluang yang sama kepada semua. Ini tidak akan memberikan keuntungan maupun kerugian terhadap mahasiswa yang meminjam dana kuliahnya. Ini hanya untuk menghindari mahasiswa muslim dari pembebanan bunga pinjaman  yang tidak sesuai dengan prinsip keuangan Islam.”

“Kebijakan ini berpotensi meningkatkan partisipasi mahasiswa muslim dan sesuai dengan keinginan dan komitmen Perdana Menteri Inggris untuk menambah jumlah pelajar yang ingin melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.”

Saat ini, setidaknya 329.694 mahasiswa muslim. Total muslim di Inggris dan Wales juga menjadi yang tertinggi. Menurut sensus tahun 2011, terdapat 2 juta mulim, atau sekitar 5% dari jumlah warganya. Ini meningkat 2% dari tahun 2001, dengan jumlah sekitar 1,5 juta muslim di Inggris Raya.