Keutamaan Bulan Sya’ban, Bulan Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan
Foto via Beribadah di bulan sya’ban menuju pengampunan di bulan ramadhan

Keutamaan Bulan Sya’ban, Bulan Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan

  • Jum'at, 13 Mei 2016
  • Budi
  • Pencerahan

Rajab telah berlalu dan masuklah bulan Sya’ban, yaitu bulan persiapan menghadapi bulan Ramadhan. Nabi Muhammad memperbanyak puasa sunah di bulan Sya’ban ini, seperti diriwayatkan oleh Ummil Mu’minin, Aisyah RA. Aisyah berkata:

Nabi SAW tidak berpuasa (sunah) pada suatu bulan yang lebih sering daripada bulan Sya’ban, sesungguhnya Nabi berpuasa bulan Sya’ban seluruhnya (mayoritasnya). - HR. Shohih Bukhori

Pada bulan sya’ban inilah amalan manusia dalam satu tahun disetorkan kepada Allah SWT, seperti hadis yang diriwayatkan dalam Sunan Nasa’i. Dari Usamah bin Zaid berkata:

Aku bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah aku tidak melihat kepadamu mengerjakan puasa di suatu bulan seperti engkau puasa pada bulan Sya’ban (karena nabi sering puasa di bulan itu).” Nabi bersabda: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang dilupakan manusia antara Rajab dan Ramadhan, dan di bulan Sya’ban semua amalan dalam setahun diangkat kepada Tuhan semesta alam, maka aku senang ketika amalanku disetorkan aku dalam keadaan berpuasa.” - HR. Sunan Nasa’i 

Berdasarkan hadis di atas, maka ketika masuk bulan Sya’ban disunahkan memperbanyak puasa sunah seperti puasa 3 hari dalam sebulan, puasa senin kamis, puasa nabi dawud dan puasa bidh (purnama).

Hikmah dari memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban adalah ketika amalan kita disetorkan kepada Allah maka kita dalam keadaan puasa. Puasa di bulan Sya’ban juga sebagai bentuk latihan bagi tubuh kita sehingga pada saat puasa Ramadhan kita tidak merasa berat bahkan bisa puasa dengan kuat dan semangat.

Sya’ban sebagai permulaan menjelang Ramadhan sehingga apa yang disyariatkan pada bulan Ramadhan juga dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan Sya’ban seperti berpuasa dan membaca Alquran dengan tujuan untuk mempersiapkan diri beribadah ketika bulan Ramadhan.

Ada seorang tabi’in Salamah bin Kuhail berkata:

Kebanyakan para ulama ketika bulan Sya’ban, mereka memperbanyak membaca Alquran dan sebagian mereka berkata: ‘Bulan Sya’ban adalah bulannya para pembaca Alquran.’ 

Kemudian kita juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, terutama kepada fakir miskin. Maksudnya agar mereka bisa tercukupi kebutuhannya ketika bulan Ramadhan, sehingga mereka bisa fokus beribadah tanpa kebingungan mencari makan.

Jadi, di dalam bulan sya’ban ini kita supaya melatih diri kita untuk memperbanyak puasa sunah, membaca Al-quran dan sedekah atau infak. Sehingga pada saat datangnya bulan Ramadhan, diri kita benar-benar siap untuk mencurahkan jiwa dan raga untuk memohon ampun kepada Allah.

“Ya Allah sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan. Berikanlah kami pertolongan untuk dapat berpuasa, salat dan membaca Alquran di bulan Ramadhan.” 

Budi

Budi [Kontributor]

no profile