Komunitas Muslim di Ekuador Ikut Membantu Korban Bencana Gempa Bumi
Foto via Pria asal libanon memegang bendera Ekuador didepan kumpulan bantuan yang ada di Masjid dan Pusat kebudayaan Islam Khalid Ibn Walid, Quito, Ekuador

Komunitas Muslim di Ekuador Ikut Membantu Korban Bencana Gempa Bumi

  • Sabtu, 23 April 2016
  • M. Reza
  • Cakrawala

Telesur TV-Quito, Komunitas muslim di Quito berhasil mengumpulkan bantuan untuk rakyat Ekuador yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,8 skala richter, Sabtu, 16 April 2016. Gempa  yang terjadi menewaskan sedikitnya 525 orang dan ada sekitar 4.600 korban luka-luka.

Seorang pria Mesir, Imam Mahmoud Marghani memimpin upaya mengumpulkan barang bantuan. Di masa dimana ia yang baru berada di  Ekuador sekitar satu tahun lima bulan, ia bersama warga lainnya berhasil mengumpulkan air minum, bahan makanan dan barang-barang lain yang dibutuhkan.

Seluruh barang bantuan dikumpulkan di depan masjid terbesar di Ekuador, juga merupakan pusat kebudayaan islam, Khalid Ibn Al-Walid. Warga lokal dan pendatang lainnya bekerja sama sejak hari selasa hingga saat ini menghimpun dan akan menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak.

“Kami memulai kampanye pada hari Selasa dan kami telah menerima banyak sumbangan. Tidak hanya dari warga Muslim Arab, tetapi juga dari warga Kristen Arab, warga Katolik Ekuador dan banyak lainnya,” ucap Imam kepada Telesur. “Kami diminta untuk membantu dan Allah memberi kita perintah ini.”

Bantuan yang berlimpah telah terkumpul di masjid dan mereka bekerja sama dengan pemerintah Ekuador untuk mengantarkan barang bantuan ke wilayah yang membutuhkan, terutama di daerah pesisir Manabi dan Hotan.

Masjid sebagai tempat dikumpulkannya bantuan didirikan pada tahun 1982 di sebuah rumah kecil kala itu. Sang pendiri bernama Mohammed Al-Assar, seorang pria asal Mesir. Dia bekerja sama bersama umat muslim lainnya di Quito. Saat ini ada tujuh masjid yang berdiri di seluruh Ekuador dan tiga diantaranya berada di Quito.

Tim Sar sedang mencoba mengevakuasi korban reruntuhan akibat gempa bumi
www.aljazeera.com – Tim Sar sedang mencoba mengevakuasi korban reruntuhan akibat gempa bumi

Bantuan yang dikumpulkan bukan untuk mencari keuntungan. Ahmed Shayeb, anggota dewan masjid, mengatakan bahwa yang mereka lakukan bukan untuk mencari uang.

“Kami ingin membantu orang-orang secara langsung, dalam solidaritas,” ucap Ahmed. “Kami ingin berbagi dalam kebahagiaan dan kesedihan rakyat Ekuador, yang telah menyambut kami.”

Ahmed yang berasal dari Palestina, namun dibesarkan di Kolombia mengatakan bahwa solidaritas meluas hingga timur tengah. 19 dokter dari Palestina telah datang dan langsung diterbangkan ke daerah-daerah terdampak paling parah.

Lanjut Ahmad, warga muslim yang ada di Ekuador ikut merasakan duka yang terjadi akibat gempa kali ini. “Setiap masjid saat Jumatan akan berdoa untuk orang-orang yang berada di lokasi gempa.”

Kondisi terakhir Ekuador, masih banyak warga yang terjebak dan seluruh elemen Negara Ekuador terus mengerahkan kekuatannya untuk membebaskan warga yang terjebak dalam reruntuhan. Usaha yang dilakukan warga muslim Ekuador untuk membantu korban bencana akan terus berlanjut karena  kondisi saat ini masih sangat parah dan tidak akan dapat terselesaikan hanya dalam beberapa hari.

“Kami berencana untuk melanjutkan usaha kami hinggu beberapa minggu ke depan. Apa yang terjadi di sini sangat mengerikan, dan itu bukan sesuatu yang bisa diperbaiki dalam beberapa hari,” ujar Ahmad.

Sumber : www.telesurtv.net - Ecuadors Muslim Community Shows Solidarity with Quake Victims