KTP ibu Jangan Sampai Kadaluarsa
Foto via www.islampeace1.wordpress.com

KTP ibu Jangan Sampai Kadaluarsa

  • Kamis, 07 April 2016
  • W Diana Ratri, S.Psi
  • Generasi Emas

“Wanita adalah tiang negara,jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya”.

Anda seorang ibu? Atau Calon ibu? Sudahkah Anda memainkan peran Anda dengan tepat sebagai seorang ibu. Ya kita semua tahu bahwa seorang ibu merupakan pendidik pertama dan utama. Bahkan sebelum anak dilahirkan, pendidikan ibu terhadap si jabang bayi sudah bisa dimulai. Sikap ibu selama kehamilan bisa menjadi sikap yang ditularkan kepada anak.

Misalnya ibu yang ceria dan ramah saat kehamilannya maka menjadikan pembawaan anak yang dilahirkan nanti menjadi seorang anak yang ceria. Lalu, ibu yang ditiru anak-anaknya ketika bayi dan balita. Beranjak dewasa, anak membutuhkan tempat curhat, Ibu lah yang paling tepat untuk menata hidup anak-anaknya. Sesungguhnya, bagaimanakah peran seorang ibu yang ideal?

Secara sederhana ada tiga peran utama ibu bagi anak, yaitu KTP:

K sebagai kekasih, hal ini berarti seorang ibu harus mengutamakan kasih sayang dalam melakukan pendidikan terhadap putra putrinya. Kasih sayang yang diberikan kepada anak dapat membuat anak merasa aman, tenang, dan nyaman dalam melalui setiap tahap tumbuh kembangnya.

T sebagai teman, ibu juga dituntut bisa menjadi teman bagi anak, teman bermain, teman belajar, dan juga teman yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk berkeluh kesah bagi anak. Sebagai teman belajar, seorang ibu harus bisa memberikan dorongan yang positif bagi anak, sehingga anak bersemangat dalam setiap proses belajarnya.

P sebagai penasehat, seorang ibu dituntut untuk bisa memberikan nasihat jika anak membutuhkan. Nasihat yang ideal adalah nasihat yang diberikan tanpa menggurui. Selain itu, nasihat ideal juga dapat memberikan stimulasi atau memancing anak untuk bisa menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri.

KTP wajib dimiliki bagi setiap warga negara yang cukup umur. Begitu pula harus dimiliki oleh seorang ibu untuk memposisikan dirinya di depan, samping hingga belakang anak-anaknya selama ia bertumbuh dan berkembang menjadi dewasa.

Sudahkah kita sebagai menjadi kekasih, teman dan penasihat yang  ideal bagi putra putri kita? Mereka membutuhkan ibu di setiap momen yang mereka miliki hingga akhir hayat. Ibu laksana kunci kebahagiaan dan keberhasilan anak-anak dalam hidup mereka hingga setelah mereka meninggalkan dunia.

W Diana Ratri, S.Psi

W Diana Ratri, S.Psi [Kontributor]

Psikolog, Asesor SDM, Konsultasi Psikologi, Lembaga Pengembangan Kualitas Manusia, Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta