Larangan Rumah Makan Jualan Siang Hari di Serang Sudah Ada Sejak Dulu
Foto via Ma'ruf Amin, Ketua Umum MUI Pusat

Larangan Rumah Makan Jualan Siang Hari di Serang Sudah Ada Sejak Dulu

  • Senin, 20 Juni 2016
  • Fachrizal Wicaksono
  • News

Generasisholeh.com,  Selasa (14/6) — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin mengatakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Serang Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat sudah tepat diterapkan di Kota Serang, Banten, meskipun ada kontroversi.

“Perda itu adalah aspirasi lokal, suara masyarakat. Kalau ada perda itulah yang diinginkan masyarakat, bukan sekadar dalam dimensi agama,” kata Ma’ruf di kantornya, Jakarta, Selasa.

Rabu lalu (8/6) warteg milik Saeni di Jalan Cikepuh, Pasar Rau, Kota Serang, Banten, disambangi oleh petugas Satpol PP, karena warteg tersebut masih pada siang hari, di saat umat Islam menjalankan ibadah puasa. Petugas Satpol PP mengambil paksa barang dagangan Saeni, sementara perempuan tersebut hanya bisa menangis dan memelas kepada petugas.

“Saya juga putra Banten asli, perda di Serang tersebut mengakomodir keinginan masyarakat, sebagaimana aksi petugas Satpol PP kota serang terhadap rumah makan tegal warteg milik Saeni (53).

Aturan sosial itu sudah menjadi kearifan lokal masyarakat Banten. Untuk itu, Perda Kota Serang Nomor 2 Tahun 2010 tidak perlu ditinjau ulang karena sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat lokal.

Terkait kasus Saeni, Ma’ruf mengatakan persoalan utama bukan pada regulasi lokal terkait larangan berjualan makanan tetapi cara penindakan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang yang cenderung harus dibenahi.

“Saya orang Banten, sejak kecil saya tinggal di Banten selama saya di Serang itu memang tidak boleh warung makan buka di bulan puasa. Perda itu sudah betul, sesuai kearifan lokal, Namun semestinya didalam eksekusi penertibannya dengan cara yang baik dan harus dibenahi,” tutup Ma’ruf.