Memiliki Banyak Kebutuhan yang Belum Terselesaikan, Salat Hajat Aja
Foto via memintalah hanya kepada Allah (www.insider.pk)

Memiliki Banyak Kebutuhan yang Belum Terselesaikan, Salat Hajat Aja

  • Rabu, 11 Mei 2016
  • Fachrizal Wicaksono
  • Tips Ibadah

Bingung mikirin kuliah, pekerjaan, apalagi keluarga? atau bingung mikirin usaha yang tak kunjung-kunjung meningkat? Setiap orang  memiliki kebutuhan dan keinginan di dalam dunia ini. Bahkan keinginan itu akan selalu ada dan tidak ada batasnya. Dimulai dari hal paling paling ringan yang bersifat pribadi sampai hal yang menyangkut kebutuhan semua orang.

Bagi seorang Muslim,  tentunya segala kebutuhan, cita-cita, harapan, dan keinginan tersebut tidak selalu bisa ditempuh melalui jalan secara praktis saja. Namun, ia akan mengadukannya terlebih dahulu kepada Allah SWT, salah satunya dengan cara melakukan salat hajat.

Salat hajat adalah salat sunah yang dikerjakan seorang muslim jika ia mempunyai maksud dan tujuan agar Allah SWT mengabulkannya. Hajat atau keperluan ini ada yang ditujukan kepada Allah SWT dan ada juga yang mempunyai hajat kepada sesama manusia, atau biasa kita sebut dengan urusan duniawi. Hajat secara harfiah artinya kebutuhan. Jika kita memiliki kebutuhan atau keinginan, Rasulullah mengajarkan dan menganjurkan kita untuk salat, yakni salat hajat.

Salat hajat  ditetapkan atau disyariatkan secara khusus terkait kepada ibadah bagi yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. Dan tentunya, ini lebih spesifik dibandingkan dengan salat-salat lain dan memiliki suatu keistimewaan tersendiri dari Allah dan Rasulullah SAW.

Allah berfirman didalam Alquran:

Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan salat dan dengan sikap sabar. (QS. Al Baqarah: 45)

Selain itu, salat hajat merupakan suatu cara paling tepat untuk mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang muslim. Salat ini dapat dilakukan kapan saja, asalkan tidak pada waktu larangan untuk melakukan salat. Seperti saat matahari terbit, kemudian di atas kepala dan saat matahari terbenam.

Salat Hajat dilakukan 2 rakaat, kemudian membaca doa salat hajat. Sesuai dengan sabda Rasulallah SAW:

Barang siapa yang mempunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu Adam, maka berwudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian salat dua rakaat (salat hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi SAW. Setelah itu, mengucapkan (doa salat hajat) ... (HR. Tirmidzi) 

Adapun doa Salat Hajat :

Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaati rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin. 

Artinya: Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.” (HR. Tirmidzi)

Setelah itu, mohonlah kepada Allah apa yang kita inginkan, insya Allah, Allah akan mengabulkannya. Adapun keutamaan dan manfaat salat hajat seperti yang termaktub dalam hadis At-Tirmidzi:

Ada seseorang yang buta matanya menemui Nabi SAW. Lalu ia mengatakan, ‘sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku.’ Maka Nabi SAW bersabda, ‘pergilah, lalu berwudhu dengan sempurna, kemudian salatlah dua rakaat (salat hajat), setelah itu, berdoalah.’ Singkat cerita lelaki itu terlihat kembali seperti semula dan ia sekan-akan tidak pernah buta matanya. Kemudian Rasulullah saw bersabda, ‘jika kamu memiliki kebutuhan (hajat), maka lakukanlah seperti itu (salat hajat)’.” (HR. Tirmidzi)

Yakin tidak memiliki banyak kebutuhan yang harus diadukan kepada Allah? Jadi, untuk apalagi kita tidak meluangkan waktu untuk salat hajat. Oleh karena itu, salat hajat 2 rakaat yuk! 

Fachrizal Wicaksono

Fachrizal Wicaksono [Kontributor]

Seorang mahasiswa Universitas MH. Thamrim Fakultas Ekonomi semester 2. Pernah menjadi Ketua Broadcasting di SMA, menulis jalan cerita film. Saya seorang muslim. Pandangan saya tentang Agama Islam adalah agama kemanusiaan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh umat islam saja, namun oleh seluruh umat manusia. Kedatangan islam telah membawa nikmat dan rahmat ke seluruh muka bumi dan tidak membedakan segala bangsa dan ras. Islam termasuk agama yang selalu membawa umatnya menuju perdamaian