Mengenal Sosok Muhammad Iman Usman
Foto via

Mengenal Sosok Muhammad Iman Usman

  • Selasa, 06 Oktober 2015
  • Noni Mudjiani
  • Sosok

Learn, Earn, Return. Tiga prinsip yang dipegang oleh seorang Muhammad Iman Usman. Belajar lebih awal agar memperoleh hasil lebih awal tak peduli gagal ataupun berhasil. Kemudian mengembalikan ilmu yang didapat kepada sekelilingnya.

Keinginannya menjadi guru dan melihat di sekeliling kita menumbuhkan jiwa entrepreneurship dalam diri Iman. Akhirnya, mengantarkan dirinya menjadi Duta Muda Asean hingga berpidato di hadapan Youth Assembly PBB di Toronto, Kanada.

Mahasiswa Berprestasi UI (Universitas Indonesia) 2012 ini, lahir di Padang 23 tahun silam. Dibesarkan dalam keluarga yang mengajarkan Alqur’an dan Alhadits membuatnya bertanya-tanya setelah melihat keadaan sekelilingnya. Iman Usman yang lahir  melihat, ada yang dapat bersekolah dan memiliki buku, ada pula yang tidak dapat memiliki keduanya. Hal ini menginspirasi Iman kecil untuk memindahkan rak koleksi buku-bukunya ke depan rumahnya untuk berbagi dengan anak di sekitarnya bahkan menerima buku kiriman temannya yang juga ingin berbagi.

Sejak sekolah dasar, Iman sudah berprestasi dan mulai berkegiatan sosial serta melakukan diskusi dalam organisasi. Saat itu, ia masih berusia 10 tahun. Perlahan tapi pasti, namanya terkenal di kancah nasional kala memperoleh penghargaan Pemimpin Muda Indonesia tahun 2008 dari Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak dan Presiden Republik Indonesia saat itu.

Pendiri Indonesian Future Leaders bersama 7 teman lainnya ini menjadi satu dari sepuluh anak yang mendapatkan penghargaan “World Youth Achiever Recognition” dari Friendship Ambassador Foundation di Amerika Serikat. Alumni FISIP UI jurusan Hubungan Internasional juga terpilih sebagai Penasihat Remaja United Nations Population Fund di Indonesia. Karena itulah, pada 2009 Iman terpilih menjadi Duta Muda Asean dan mewakili Indonesia untuk G-20 My Summit.

Kini Iman tengah menempuh pasca sarjananya di Columbia University dengan bidang studi International Education Development. Bagi Iman, sesibuk apapun dengan kegiatannya untuk return kepada sekitarnya, ia tetap mewujudkan mimpinya untuk menjadi diplomat. Prinsipnya, hidup dengan menjalani mimpinya dan mengejar lebih dahulu untuk gagal, agar dapat belajar lebih dahulu dari yang lain. Hal inilah yang menginspirasi kaum muda yang lain.

Education is life itself” Pendidikan tidak hanya menjadi orang pintar, tidak hanya di dalam kelas, tidak hanya yang tidak bisa baca menjadi bisa baca. Namun pendidikan belajar bagaimana orang itu mengetahui tentang hidupnya, siapa dirinya, apa yang harus dilakukannya.

Seperti organisasi cetusannya, Indonesian Future Leaders adalah sebuah organisasi anak muda yang punya visi: Menjadikan generasi muda Indonesia generasi yang kompeten pada bidang yang ditekuninya, dapat membawa perubahan positif dan menjadi inspirasi bagi lingkungannya. Semuanya benar dan semuanya menggambarkan sosok anak muda yang ideal untuk bangsa ini. Anak muda yang tidak cuma menuntut perubahan tapi juga berjuang untuk mewujudkannya. Sesuai wejangan legendaris Mahatma Gandhi, "Be the change you wish to see in the world."