Musa, The People Champ Musabaqoh Hifzil Quran di Mesir
Foto via @jokowi, akun twitter resmi Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia

Musa, The People Champ Musabaqoh Hifzil Quran di Mesir

  • Kamis, 21 April 2016
  • Fachrizal Wicaksono
  • News

Musa La Ode Abu Hanafi (7), seorang hafiz cilik Indonesia, membawa nama harum Indonesia karena dia menjadi peserta terbaik ketiga di ajang hafiz anak tingkat dunia yaitu Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) yang diselenggarakan di Sharm El-Sheikh, Mesir 10-14 April 2016.

Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) Sharm El-Syeikh kali ini diikuti oleh 80 orang yang terdiri dari 60 negara. Selain tuan rumah Mesir, ada berbagai negara yang ikut serta dalam meramaikan acara ini antara lain: Indonesia, Arab Saudi, Aljazair, Australia, Bahrain, Brunei Darussalam, Chad, Filipina, Kuwait, Malaysia, Mauritania, Nigeria, Thailand, Ukraina, Sudan, Yaman dan beberapa negara lainnya. Demikian yang dilansir dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri RI. Musa menjadi satu-satunya utusan Indonesia yang diutus Kementerian Agama RI menjawab undangan Kementerian Wakaf Mesir.

Musa dapat melewati enam soal dengan tenang yang diujikan oleh dewan hakim dan membuat takjub para penonton dan juri hafiz. Ketenangan Musa membacakan ayat-ayat Alquran membuat Ketua Dewan Juri Sheikh Helmy Gamal, Wakil Ketua Persatuan Quraa Mesir dan sejumlah hadirin meneteskan air mata.

Musa, sebagai peserta paling cilik dalam kategori yang diikutinya juga membuatnya menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya dari para hadirin yang meminta foto hingga menciumnya sebagai bentuk penghormatan ala bangsa Arab. Setelah Musa turun dari penampilannya, para panitia hingga dewan juri juga sempat untuk menghampiri dan meminta foto bersama dengannya.

Musa menjadi people champ saat itu. Sehari sebelum kompetisi berlangsung, ia bersama ayahnya langsung diliput karena menjadi peserta paling kecil. Esoknya berita tentang Musa menghiasi media-media Mesir.

Meski di atas kertas Musa menjadi terbaik ketiga karena kecadelannya belum sanggup menutupi ketentuan makharijul huruf dimana huruf “R” menjadi kendala Musa untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Musa mampu memenangkan hati semua orang yang hadir.

Saat penutupan, Menteri Wakaf Mesir Mohamed Mochtar Gomaa memanggil Musa dan ayahnya untuk mengundang mereka agar datang kembali saat malam Lailatul Qadar. Direncanakan Presiden mesir akan memberikan penghargaan secara langsung kepada Musa.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Cairo, Lauti Nia Sutedja menuturkan: “Delegasi cilik Indonesia, Musa, telah berhasil meningkatkan kecintaan bangsa lain terhadap Indonesia. Banyak peserta yang menyebutnya sebagai mukjizat.”

Ucapan selamat atas keberhasilan Musa juga disampaikan Presiden RI, Joko Widodo dalam akun resmi twitter @jokowi. “Kita bangga dg prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz 7 tahun di Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir –Jkw.” Jokowi juga memasang foto Musa bersama para peserta lainnya yang lebih besar darinya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh dan insipirasi, sehingga dapat memacu anak-anak lainnya untuk menghapalkan Alquran. Sebelumnya pun, Musa juga pernah mengikuti lomba menghafal Alquran sebagai peserta termuda di Jeddah dan mampu memikat warga Arab Saudi hingga memintanya untuk tinggal dan menetap di Arab Saudi. Generasi emas Indonesia akan terwujud dengan banyaknya Generasi Indonesia yang hapal dan mampu menjadikan Alquran petunjuk dalam hidupnya.