Our English Community, Inspirasi Belajar Bahasa Inggris
Foto via dokumentasi OEC

Our English Community, Inspirasi Belajar Bahasa Inggris

  • Senin, 04 April 2016
  • Rauhanda
  • Komunitas

Our English Community, yang artinya komunitas berbahasa Inggris kita. Itulah sepenggal kalimat yang menjadi semboyan berdirinya komunitas ini.

Berawal dari kesamaan hobi, minat, dan passion. Sekumpulan anak muda yang tergabung dalam wadah remaja masjid di daerah Jakarta Selatan membentuk sebuah komunitas Bahasa Inggris. Sesederhana semboyannya, komunitas ini pun diberi nama yang sama, Our English Community (OEC). “Awalnya komunitas ini dibentuk secara tak sengaja untuk melatih kemampuan bahasa Inggris sesama anggotanya, khususnya oral language skill. Dan yang paling penting memberikan kemanfaatan bagi orang lain melalui passion mereka dalam bidang bahasa Inggris,” jelas Dwiana A. Marcheningtyas, koordinator OEC.

Menurut Tyas, ia biasa disapa, anggota komunitas ini pertama kali berkumpul pada 8 Februari 2015. Awalnya OEC mengadakan pertemuan minimal dua kali dalam sebulan. Seiring berjalannya waktu dan keseringan kumpul, akhirnya Our English Community terbentuk secara resmi. Setiap pertemuannya selalu berdiskusi tentang berbagai macam topik ringan yang berkaitan dengan isu-isu terkini diutarakan dalam bahasa inggris, serta sharing ilmu bahasa Inggris (practical grammar) yang baik dan benar.

Terhitung sejak Februari 2015, komunitas ini telah aktif kurang lebih selama delapan bulan. Jumlah anggotanya saat ini telah mencapai 39 orang dengan berbagai macam agenda di dalamnya. OEC menyelenggarakan Islamic Speech Competition dan membuka stand dalam pameran komunitas muda-mudi islam modern di Jakarta Selatan. Tujuannya untuk memperkenalkan Our English Community kepada seluruh generasi penerus di daerah Jakarta Selatan.

Islamic Speech Competition yang berlokasi di halaman Masjid Baitul Hasan, Jakarta selatan  membagi peserta kompetisi menjadi dua kategori, yakni generasi usia SMP dan usia SMA. Tahapan lombanya dibagi tiga, ada babak seleksi naskah, babak tampil personal, dan babak final. Syarat dan ketetuannya, untuk babak seleksi naskah peserta harus mengirimkan naskah pidato dengan 300-500 kata dengan tema “Tri Sukses Generasi Penerus” yang disertai dalil, sebagai nilai tambah. Sedangkan babak tampil personal, tiap peserta berpidato minimal 7-10 menit.

Babak pertama dilaksanakan pada Sabtu 31 Oktober 2015. Kemudian babak final dilaksanakan pada hari kedua, Minggu 1 November 2015. Yang berhak tampil ialah tiga peserta terbaik dari tiap kategori, mereka akan berhadapan dengan tiga orang juri yang berasal dari pakar pendidikan bidang bahasa Inggris. “Pada babak final, peserta akan menampilkan pidatonya dengan tema yang sama tetapi isinya boleh sama atau berbeda saat digunakan pada babak seleksi. Yang juara I akan tampil di panggung utama,” terang Tyas.

Tahun ini, program yang dilaksanakan oleh OEC adalah memberikan kursus Bahasa Inggris gratis setiap hari sabtu di Masjid Baitul Hasan, Lenteng Agung. Para peserta akan diberikan buku materi, kemudian diajarkan oleh guru yang profesional dan rekan-rekan pelatihan yang didorong untuk selalu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Dengan hadirnya komunitas bahasa Inggris di tengah masyarakat, diharapkan dapat membangkitkan jiwa semangat belajar bagi generasi muda. Sebab saat ini sangat dibutuhkan kompetensi lebih untuk memperoleh maisyah di dunia, yang tidak lain agar kegiatan beribadah kepada Allah semakin lancar. “Pada era masyarakat ekonomi ASEAN saat ini dituntut memiliki sumber daya manusia yang unggul. Sebab akan banyak pendatang dari luar negeri untuk bekerja di sini, kalau generasi muda Indonesia hanya berpangku tangan dan tidak bisa apa-apa, bagaimana dengan nasib anak cucu kita nanti. Masak mau terjajah lagi di tanah sendiri. Semoga Allah selalu paring kelancaran, manfaat, dan barokah.” ungkap Tyas.