Susah Bangun Malam Untuk Tahajud? Ini Rahasianya
Foto via www.nok6a.net

Susah Bangun Malam Untuk Tahajud? Ini Rahasianya

  • Sabtu, 30 April 2016
  • Intantya Putri
  • Tips Ibadah

Dalam hadis, telah tertulis tentang beragam keutamaan bangun di sepertiga malam yang akhir, baik untuk memanjatkan doa ataupun melaksanakan salat tahajud. Selain karena Allah turun ke langit pertama yaitu langitnya bumi, waktu tersebut merupakan waktu yang mustajab untuk kamu berdoa. Bangun di sepertiga malam yang akhir juga menjadikan waktu tidur kamu lebih barokah karena dinilai sebagai bentuk ibadah. Nah, siapa sih yang tidak tergiur dengan pahala dan keutamaan dari amalan ini?

Namun, seringkali yang menjadi masalah adalah susahnya untuk bangun di sepertiga malam. Padahal, sangat disayangkan jika kesempatan menimba pahala dari amalan sunnah ini dilewatkan. Kali ini, Generasi Sholeh akan memberikan tips agar kamu lebih mudah bangun di sepertiga malam yang akhir.

 

1. Jangan Tidur Terlalu Larut

Terbiasa begadang? Sebaiknya, kamu mengurangi kebiasaan ini. Selain membuat waktu menjadi tidak efektif, begadang juga tidak baik untuk kesehatan kamu.

Bagaimana jika memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan mengharuskan kita untuk begadang? Sesekali tidak apa-apa, namun jika memang di dalam dirimu sudah ada komitmen untuk rutin melaksanakan Tahajud dan doa malam setiap hari, sebesar apapun rasa kantuk dan lelah dalam dirimu, tentu ini tidak akan jadi masalah, bukan?

عَنْ أَبِي بَرْزَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ العِشَاءِ وَالحَدِيثَ بَعْدَهَا* صحيح البخاري

Artinya : Dari Abi Huraira, sesungguhnya Rasulullah SAW benci untuk tidur sebelum isya’ dan bercerita setelah isya’. (HR. Shohih Bukhori)

Imam Nabawi berkata didalam syarahnya : Para ulama berkata sebab dibenci tidur sebelum isya akan membuat dia meninggalkan sholat isya’ berjamaah karena terlelap tidur. Dan sebab dibenci bercerita (ngobrol) setelah isya’ akan membuat dia begadang sehingga tidak bisa bangun malam atau terlambat bangun salat subuh. Tidur larut malam akan menyebabkan kemalasan di siang hari, malas untuk beribadah dan bekerja. Adapun bercerita setelah sholat isya’ yang di dalamnya ada manfaat itu tidak dibenci, seperti mengaji, belajar dan lain-lain.

 

2. Berwudhulah Sebelum Tidur

Di dalam hadis telah dijelaskan tentang kefadholan berwudu sebelum tidur. Ya, Rasullullah SAW telah mengajarkan kita untuk membiasakan adab seperti ini. Memang sih, hukumnya sunnah. Akan lebih baik jika kita menjalankannya.

Berwudu adalah salah satu bentuk mensucikan diri. Alangkah senangnya apabila kita tidur dalam keadaan suci dan bersih. Kefadholan utama dari berwudu sebelum tidur, yaitu mendoakannya malaikat kepada diri kita. Malaikat akan senantiasa mendampingi kita selama tertidur, dan saat terbangun, para malaikat akan mendoakan kita agar diampuni dari segala dosa yang telah kita perbuat. Alhamdulillah.

عَنِ البَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ، فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ * صحيح البخاري

Artinya : Dari Bara’ bin Aazib, Nabi bersabda: Ketika kamu akan tidur, maka berwudulah seperti wudu salat kemudian tidurlah miring ke kanan. (HR. Shohih Bukhori)

 

3. Berdoa Sebelum Tidur

Saking pendek dan sederhananya doa sebelum tidur, seringkali kita melupakan hal ini karena menganggapnya terlalu sepele. Padahal, dengan berdoa sebelum tidur, niscaya Allah akan menjaga dan memberi keridhoan-Nya dalam waktu tidur kita.

Usahakan menjelang tidur, jangan hanya doa sebelum tidur saja yang dibaca, melainkan dilengkapi dengan doa-doa dan amalan sebelum tidur yang lainnya. Kamu bisa berdzikir, membaca Asma’ul Husna, atau membaca doa-doa penjagaan yang lainnya agar mendapatkan kebarokahan selama tidur hingga esok hari. Nah, jangan lupa mohon kepada Allah untuk dibangunkan pada sepertiga malam yang akhir ya.

عَنْ عَائِشَةَ: " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ * صحيح البخاري

Artinya : Dari Aisyah, sesungguhnya Nabi SAW setiap malam ketika akan tidur, beliau membaca surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq dan surat Annas masing-masing 3 kali, kemudian beliau meniup kedua telapak tangannya lalu mengusapkan ke seluruh jasadnya. (HR. Shohih Bukhori)

 

4. Niat Ikhlas Karena Allah

Ini adalah dasarnya dari ketiga langkah di atas. Ya, niat! Jika niat di dalam hatimu sudah benar-benar tertata rapih untuk menjadikan tahajud sebagai amalan andalanmu, niscaya Allah akan melancarkan niat dan usahamu untuk melakukan itu. Amin.

Di saat orang-orang sibuk terlelap dalam mimpi-mimpinya, mari awali mewujudkan mimpi-mimpi kamu melalui doa permohonan dan perlindungan kepada Allah SWT agar diberikan keridhoan-Nya dalam setiap langkah yang kita ambil. Semangatlah!

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " يَنْزِلُ اللهُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا كُلَّ لَيْلَةٍ حِينَ يَمْضِي ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَوَّلُ، فَيَقُولُ: أَنَا الْمَلِكُ، أَنَا الْمَلِكُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ، فَلَا يَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُضِيءَ الْفَجْر

Artinya : Dari Abi Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Setiap malam ketika sepertiga malam yang awal telah lewat, Allah turun ke langit dunia, Allah berfirman Aku Raja, Aku Raja. Barangsiapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, barang siapa yang minta kepadaku maka Aku beri, barang siapa yang minta ampun, maka Aku akan mengampuninya, maka tidak henti-henti demikian itu sampai terbit  fajar. (HR. Shohih Muslim)

 عَنْ بِلَالٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ  قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنْ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ * سنن الترمذي

Artinya : Dari Bilal, Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Kalian menetapilah pada salat malam, sesungguhnya salat malam itu kebiasaan orang2 sholih sebelum kalian, dan pendekat kepada Allah, pencegah dari dosa, penghapus kejelekan-kejelekan dan penolak penyakit dari jasad. (HR. Attirmidzi)

Jadi, sekarang kamu akan lebih bersemangat lagi untuk bangun malam dan salat tahajud. Silahkan meminta dan curhat kepada Allah, daripada kamu curhat dan doa di media sosial. Allah lah Maha Penolong, Pengasih dan Penyayang. Barokallahu Fina.